Tampilkan postingan dengan label 90 Eksperimen III. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 90 Eksperimen III. Tampilkan semua postingan

Proyek Pembuatan Tanah

Selasa, 04 Juni 2013

Selamat Pagi :), Sobat 90 eksperimen pernah gak sih meneliti tanah disekitar rumah? eksperimen kali ini kita akan meneliti tanah, misalnya bagaimana struktur tanah terbentuk, terbuat dari jenis batuan apa struktur tanah tersebut, dll. Seru bukan? kalau begitu kita lihat alat dan bahannya berikut !






Alat dan Bahan:
  • Sekop
  • 2 kantong plastik
  • Tanah yang diambil dari dua tempat yang berbeda, misalnya dari hutan dan sawah
  • Kertas koran
  • Kaca pembesar 

Langkah-Langkah:
  1. Galilah tanah di dua tempat yang berbada dan masukkan masing-masing ke dalam sebuah kantong plastik.
  2. Tumpahkan tanah yang telah kamu ambil ke atas koran dan bandingkan struktur keduanya.

Apa yang Terjadi?
Kedua jenis tanah yang kamu jadikan sebagai bahan eksperimen itu memiliki partikel-partikel, dari yang besarnya hanya beberapa milimeter hingga lebih, dan kamu dapat menghancurkannya dengan jarimu. Jika kamu amati baik-baik, kamu akan menemukan akar-akar tanaman, bagian tanaman yang sudah rusak, batu, pasir kasar, dan pasir halus. Binatang-binatang kecil seperti cacing dan serangga, juga hidup di tanah. Selain itu, pada partikel tanah yang padat terdapat rongga yang berisi udara atau air. Pasti sangat menyenangkan jika kamu sudah dapat membedakan kedua jenis tanah tersebut.



Mengapa Demikian?
Struktur tanah ditentukan oleh jenis batu-batu bawah tanah, cuaca, jenis tanaman yang dapat tumbuh di sana, dan juga kegunaan tanah.

Jika Kamu Ingin Tahu Lebih Jauh:
Tanah adalah lapisan terluar dari kerak Bumi. Tanah mengandung bahan mineral dan organik, udara, air, serta makhluk hidup. Bahan organik adalah bahan yang merupakan senyawa karbon atau disebut juga humus. Humus berasal dari pelapukan daun, organ tanaman, sampah, serta sisa produksi dari hewan dan mikroorganisme, seperti bakteri dan jamur, yang hidup di tanah. Sifat tanah ditentukan oleh susunan dan struktur unsur serta pengaruhnya terrhadap tanah. Sifat tanah pada setiap tanah tidaklah sama dan dapat berubah karena pengaruh sinar matahari, hujan, atau angin. Perbedaan jenis tanah juga dapat disebabkan oleh perbedaan jenis tanaman dan hewan yang hidup di sana atau jenis tanaman yang ditanam manusia. Tanaman akan sulit tumbuh di lereng gunung yang sangat tinggi dan terjal dengan suhu yang sangat dingin karena di sana tidak terdapat tanah.


Lanjut Baca:

Sumber: Buku 90 Eksperimen 3, Tiga Serangkai
READ MORE - Proyek Pembuatan Tanah

Menjadi Arang

Selasa, 28 Mei 2013

Selamat Sore :), setelah tadi saya posting artikel eksperimen berjudul "Kertas Ajaib", kali ini saya akan share artikel eksperimen yang berjudul "Menjadi Arang" eksperimen kali ini kita akan belajar membuat kertas lakmus, Apa sih Kertas Lamus? Kertas Lamus (menurut Wikipedia) adalah suatu kertas dari bahan kimia yang akan berubah warna jika dicelupkan kedalam larutan asam atau basa. Warna yang dihasilkan sangat dipengaruhi oleh kadar pH dalam larutan yang ada. Penasaran bagaimana membuat kertas lakmus buatanmu sendiri? Simak di bawah ini !



Alat dan Bahan:

  • Segelas kubis merah
  • Tisu makan
  • Stoples dengan mulut lebar
  • Piring
  • Saringan

Langkah-Langkah:
  1. Saring air perasan kubis merah ke dalam stoples.
  2. Guntinglah tisu makan selebar ± 5 cm.
  3. Masukkan tisu makan ke dalam tabung berisi sari kubis merah dan biarkan selama beberapa menit.
  4. Keluarkan tisu, bentangkan di atas piring dan biarkan mengering.

Kertas Lakmus buatan pabrik

Apa yang Terjadi?
Tisu makan akan menyerap sari kubis dan dapat dipakai sebagai indikator zat asam basa atau disebut juga indikator pH. Artinya, dengan menggunakan kertas tersebut, kamu dapat mengetahui apakah sebuah larutan bersifat asam atau basa. Bahan yang dapat berubah warna karena pengaruh asam dan basa disebut indikator.

Mengapa Demikian?
Kubis merah mengadung bahan yang dapat berubah warna akibat pengaruh asam dan basa. Oleh karena itu, kubis merah dapat digunakan sebagai indikator pH.

Skala pH
Jika Kamu Ingin Tahu Lebih Jauh:
Nilai pH ditentukan oleh konsentrasi ion-ion hidrogen dalam sebuah larutan. Skala pH mencapai 0 sampai 14. Bahan netral memiliki nilai pH 7. Zat asam bernilai di bawah 7, sedangkan basa mempunyai pH di atas 7.


Sumber: Buku 90 Eksperimen 3, Tiga Serangkai

READ MORE - Menjadi Arang

Pengilap Uang | Sangat Mudah

Jumat, 15 Maret 2013

Selamat Malam, hari ini saya akan share eksperimen sederhana yang mungkin bisa berguna untuk para Pengolektor uang kuno, kenapa? karena kali ini saya akan memberikan tips agar uang kuno yang sobat 90 Eksperimen miliki tetap mengkilap, Penasaran?







Alat dan Bahan:
  • 1 buah jeruk limau atau jeruk nipis
  • Alat perasaan jeruk
  • 1 mangkuk
  • Uang logam lama


Langkah-Langkah:
  1. Peraslah jeruk dan masukkan perasaan air jeruk ke dalam mangkuk.
  2. Masukkan uang logam ke dalam mangkuk dan bairkan lebih kurang lima menit.

Apa yang Terjadi?
Uang logam menjadi berkilau dan terlihat seperti uang baru.

Mengapa Demikian?
Senyawa asam pada jeruk limau menghilangkan lapisan yang membuat uang logam menjadi tidak berkilau. Lapisan ini disebut tembaga oksida. Cuka dan asam sulfat yang diencerkan juga dapat menjadi bahan pembersih, seperti halnya perasaan jeruk.      
READ MORE - Pengilap Uang | Sangat Mudah

Air di Gurun Pasir | Lakukan di Tempat Terbuka

Minggu, 24 Februari 2013

Selamat Malam, malam hari ini saya akan share lagi eksperimen sederhana yang "mungkin" akan cocok bagi para JEJAK PETUALANG :), kenapa? karena eksperimen kali ini saya akan mengajarkan bagaimana mencari air di tempat gurun yang kering, penasaran?? lihat alat dan bahannya dibawah ini !!!








Alat dan Bahan:
  • 1 stoples selai
  • Plastik transparan
  • Beberapa batu besar
  • Sekop

Langkah-Langkah:
  1. Galilah sebuah lubang yang dalam di tanah atau pasir, di tempat yang terkena sinar matahari.
  2. Letakkan stoples di lubang tersebut.
  3. Bentangkan plastik di atas lubang dan letakkan beberapa batu di sisinya sebagai pemberat, lalu tutup rapat-rapat bagian keliling luarnya dengan tanah.
  4. Letakkan batu kecil di tengah bentangan plastik sehingga sedikit membentuk cekungan.

Apa yang Terjadi?
Jika sinar matahari menyinari lapisan plastik, setelah beberapa jam, pada bagian dalam plastik, akan terbentuk tetesan air yang mengalir dan menetes ke dalam stoples.

Mengapa Demikian?
Rupanya tanah yang kering dapat mengadung air. Sinar matahari memanasi Bumi melalui lapisan plastik. Air yang dikandung tanah menguap dan mengendap pada bagian dalam plastik.     
READ MORE - Air di Gurun Pasir | Lakukan di Tempat Terbuka

Tenggelam

Minggu, 03 Februari 2013

Selamat pagi :), kali ini saya ingin posting artikel eksperimen sederhana yang masih ada kaitannya nih sama eksperimen sebelumnya yaitu "Tenggelam" memang mirip sih sama eksperimen sebelumnya yaitu "Lapisan yang Tidak Tampak" cuma sedikit pengembangan dari eksperimen sebelumnya. Oh iya kalau saya sarankan sih untuk mencoba terlebih dahulu eksperimen sebelumnya okeh, tapi kalau ingin mencoba eksperimen ini terlebih dahulu ya.......... up to you :)




Alat dan Bahan:
  • Segelas air leding
  • Sebatang jarum
  • Sebuah pinset
  • Deterjen atau sabun cuci piring


Langkah-Langkah:
  1. Letakkan jarum di permukaan air dengan hati-hati.
  2. Teteskan sabun cuci piring secara perlahan-lahan.

Apa yang Terjadi?
Jarum akan tenggelam ke dasar air.

Mengapa Demikian? 
Sabun yang dimasukkan ke air telah mencerai-beraikan molekul-molekul air sehingga tegangan permukaan air mengecil dan tidak mampu menahan beban jarum.





READ MORE - Tenggelam

Telur Batik | Perlu Waktu Lama

Selasa, 15 Januari 2013

Selamat sore :). Sore ini dingin sekali ya? hujan dari jam 11 malam sampai jam 8 pagi, brrrrr. Sobat 90 eksperimen sudah pernah belum membuat batik? kalau belum kali ini saya akan ajarkan sobat 90 eksperimen untuk ngebatik. Ngebatik baju?, baju mah udah sering dipakai, bagaimana kalau telur?. Penasaran sekaligus bingung? simak aja deh dibawah ini !







Alat dan Bahan:

  • Sebutir telur matang
  • Spidol
  • Gelas
  • Cuka

Langkah-Langkah:
  1. Lukislah telur dengan spidol
  2. Masukkan telur ke dalam gelas, lalu tuangkan cuka ke dalamnya sampai telur benar-benar terendam.
  3. Buanglah cuka setelah dua jam, lalu tuangkan lagi cuka baru ke dalam gelas dan biarkan selama dua jam.
  4. Cucilah telur dengan air untuk menghilangkan sisa warna dari spidol.
Ilustrasi

Apa yang Terjadi?
Corak atau lukisan yang kamu buat dengan spidol akan terlihat jelas dan setiap orang pasti akan senang dengan telur batik buatanmu.

Mengapa Demikian?
Asam pada cuka bereaksi dengan kalsium karbonat atau zat kapur yang terkandung dalam kulit telur sehingga kulit telur terkelupas, sedangkan kulit telur yang dilindungi spidol tetap keras dan tidak terlepas.
READ MORE - Telur Batik | Perlu Waktu Lama

Tunas Kentang | Perlu Waktu Lama

Sabtu, 29 Desember 2012

Hari ini tepat tanggal 29 Desember 2012 (dua hari sebelum akhir tahun) saya akan berbagi eksperimen sederhana lagi dengan judul Tunas Kentang, pasti sobat pengunjung bertanya-tanyakan apa sih tujuan eksperimen ini? Yap, eksperimen ini bertujuan untuk membandingkan tunas kentang yang diletakkan di tempat gelap dan tunas kentang yang diletakkan di tempat terang (yang terkena sinar matahari), bagaimana  mudah bukan? kalau begitu kita lihat apa saja alat dan bahannya. :)




Alat dan Bahan:

  • 2 buah kentang yang sudah layu
  • sebuah mangkuk berisi air
  • 2 piring ceper
  • Tisu makan
  • Semprotan air
Langkah-Langkah:
  1. Rendamlah kentang di dalam mangkuk berisi air selama beberapa jam.
  2. Letakkan selembar tisu makan pada setiap piring dan semprotlah tisu makan tersebut menggunakan semprotan air.
  3. Letakkan sebuah kentang pada masing-masing piring.
  4. Letakkan sebuah piring di tempat yang terkena sinar matahari, sedangkan piring yang lain di tempat yang gelap, misalnya gudang.
Apa yang Terjadi?
Kira-kira tiga hari kemudian akan tumbuh tunas pada kedua kentang. Tunas kentang yang diletakkan di tempat gelap tampak lebih panjang, kurus, dan tidak berwarna. Sedangkan, kentang yang diletakkan di tempat yang terkena sinar matahari tunasnya lebih pendek, segar, berwarna hijau dan terdapat daun pada tunasnya. Hal yang sama juga akan terjadi pada kentang yang kamu simpan terlalu lama di dalam kotak. Tetapi, jangan khawatir, memang kentang itu tampak tidak segar, namun jika belum busuk, kamu tetap dapat memasaknya.

Mengapa Demikian?
Tunas kentang yang berada di tempat gelap tumbuh lebih panjang karena dia mencari sinar matahari. Sinar matahari sangat diperlukan oleh zat hijau daun atau klorofil untuk proses fotosintesis agar tumbuhan dapat menghasilkan makanan.

Jika Kamu Ingin Tahu Lebih Jauh:
Tanaman tidak hanya berkembang biak seksual (melalui penyerbukan, pembuahan, dan pembibitan). Beberapa tanaman juga berkembang biak dengan rhizoma (bertunas). Itu artinya, tanaman tumbuh dengan tunas di atas permukaan tanah. Pada dua buah bonggol tanaman arbei akan tumbuh akar dan kemudian akan tumbuh tunas baru pada akar tersebut. Tunas bawang dan umbi-umbian berada di dalam tanah dan berfungsi sebagai tempat penyimpanan makanan. Kentang juga berkembang biak dengan umbi yang mengandung satu atau beberapa mata tunas. Dari mata inilah akan tumbuh tanaman baru.
READ MORE - Tunas Kentang | Perlu Waktu Lama

Tutup Hidung!

Jumat, 17 Agustus 2012

Selamat Sore, alhamdulillah judul "Tutup Hidung!" ini adalah judul terakhir dengan label "Buah dan Tanaman" dan insya allah akan dilanjutkan dengan label "Bahan Makanan Ajaib". Karena hari ini adalah Hari Kemerdekaan Indonesia, maka hari ini saya akan posting artikel yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan Hari Kemerdekaan Indonesia hehehe, penasaran kita lihat sama-sama yuk :P





Alat dan Bahan:
  • Seorang temanmu
  • Sepotong apel yang telah dikupas kulitnya
  • Sebuah kentang yang telah dimasak dan dikupas kulitnya
  • Sebuah wortel yang telah dimasak
  • 1 sendok teh
  • Sehelai syal
  • 3 piring ceper
  • 1 garpu
Langkah-Langkah:
  1. Letakkan apel pada piring pertama, kentang pada piring kedua, dan wortel pada piring ketiga. Lumatkan apel, kentang, dan wortel dengan menggunakan garpu.
  2. Tutuplah mata temanmu menggunakan syal dan mintalah dia untuk menutup hidungnya.
  3. Suapi orang tersebut masing-masing dengan satu sendok apel, kentang, dan wortel. Lalu tanyakan kepadanya, makanan apa yang telah dikunyahnya.
Apa yang Terjadi?
Orang itu tidak akan tahu makanan apa yang sedang dimakannya atau paling tidak dia akan berusaha keras untuk dapat menebaknya dengan benar.

Mengapa Demikian?
Lidah manusia hanya dapat merasakan manis, asin, pahit, dan masam. Sedangkan, rasa makanan yang dilembutkan dapat dirasakan dengan bantuan indra pencium. Kita tidak dapat mencium bau apa pun jika hidung kita ditutup. Oleh karena itu, kita juga tidak tahu makanan apa yang sedang kita makan.

READ MORE - Tutup Hidung!

Wewangian yang Bergerak

Sabtu, 28 Juli 2012

Selamat malam, duh udah lama gak posting nih (curcol) hehehe. malam ini seperti biasa saya pengen posting artikel dengan judul "Wewangian yang Bergerak" tapi jangan pikir wewangian itu selalu wangi ya, menurut saya eksperimen ini jauuuuuuuh dari kata wangi. Penasaran ?, langsung coba aja dah ini eksperimennya.






Alat dan Bahan:
  • Setengah siung bawang
  • Air
  • Sebilah pisau
  • Sebuah piring yang agak cekung
  • Bedak tabur, misalnya bedak bayi
Langkah-Langkah:
  1. Tuangkan air ke dalam piring sup.
  2. Taburkan sejumput bedak bayi di atas permukaan air.
  3. Potonglah bawang menggunakan pisau dan peganglah bawang diatas permukaan air.
Apa yang Terjadi?
Bedak tabur akan tampak bergerak-gerak dan akan terbentuk lubang-lubang kecil pada permukaan bedak.

Mengapa Demikian?
Pada awalnya mungkin kamu mengira bahwa bedak bergerak-gerak karena adanya pengaruh sihir, padahal molekul zat pada bawang yang mengandung aromalah yang menyebabkan terjadinya hal itu.
READ MORE - Wewangian yang Bergerak

Jamur Jeruk Limau | eksperimen perlu waktu lama

Sabtu, 14 Juli 2012

    Kali ini saya akan memposting cara membuat JAMUR, tenang jamur ini gampang kok bikinnya, mungkin bahan-bahannya sudah ada di rumah kalian. Tapi ada syaratnya. Syarat nya apa sih? setelah berhasil melakukan percobaan sederhana ini, jangan pernah MENCOBA, MENCICIPI, MEMAKAN jamur tersebut karena dapat menyebabkan kanker :P, dah dari pada banyak cingcong mending langsung ke TKP.







Alat dan Bahan: 
  • Satu buah jeruk limau yang tidak terpakai
  • Air
  • Kantong plastik
Langkah-Langkah:
  1. Cucilah jeruk limau dan masukkan jeruk yang masih basah tersebut ke dalam plastik.
  2. Simpanlah jeruk di tempat hangat dan gelap selama satu minggu.
Apa yang Terjadi?
Jangan merasa jijik! Jamur hijau akan menghiasi jeruk itu.

Mengapa Demikian?
Jamur adalah tumbuhan menempel yang sangat kecil dan mempunyai lapisan yang rapat dan, kadang-kadang, mengandung air. Lapisan inilah yang disebut jamur.


Gampangkan, eits jangan dibuang dulu!!, pada artikel selanjutnya saya akan memposting artikel eksperimen sederhana yang berkaitan dengan eksperimen ini, jadi tunggu ya!!! :P


READ MORE - Jamur Jeruk Limau | eksperimen perlu waktu lama

Ayunan dari Wortel

Minggu, 08 Juli 2012


Alat dan Bahan:

  • Sebuah wortel besar dengan sedikit tunas
  • Benang 
  • Sebatang tusuk sate
  • Sebilah pisau  
  • Sebuah sendok
Langkah-Langkah:
  1. Potonglah bagian bawah wortel sepanjang beberapa sentimeter dan keriklah bagian dalamnya sehingga terbentuk cerukan.
  2. Tusuklah wortel dengan tusuk sate dan ikatkan benang pada kedua ujung tusuk sate.
  3. Gantungkan wortel di tempat yang terkena sinar matahari, misalnya di teras rumah, dan masukkan air ke dalam cerukan secara teratur.
Apa yang Terjadi?
Meskipun "kepala" wortel berada di bawah, namun tunasnya tetap tumbuh ke atas.

Mengapa Demikian?
Semua tunas tunbuh menjauhi titik pusat bumi (geotropisme). Karena wortel digantung terbalik, tunasnya akan melengkung agar dapat tumbuh tegak lurus.

Diambil dari: buku 90 eksperimen III

READ MORE - Ayunan dari Wortel

Labirin Kentang

Jumat, 06 Juli 2012

Alat dan Bahan:
  • Sebuah kardus bekas sepatu beserta tutupnya
  • Kertas karton
  • Sebuah wadah plastik kecil yang diisi tanah
  • Kentang yang sudah bertunas
  • Lakban
Langkah-Langkah:
  1. Tanamlah kentang di dalam tanah pada wadah plastikdan biarkan tunasnya menyembul. Letakkan wadah plastik itu di ujung kardus sepatu.
  2. Buatlah labirin di dalam kardus dengan menggunakan kertas karton dan lakban.
  3. Buatlah lubang berdiameter kira-kira 3 cm pada kardus di tempat yang berjarak paling jauh dengan wadah plastik.
  4. Tutuplah kardus dan letakkan di tempat yang terkena sinar Matahari.
Apa yang Terjadi?
Setelah beberapa hari tunas yang berwarna putih akan menjalar di sepanjang labirin hingga keluar dari dalam lubang. Tunas yang menyembul keluar dari dalam lubang tidak berwarna putih, melainkan berwarna hijau. Pada bagian tunas tersebut muncul daun. Akan makin menyenangkan jika kalian mengadakan pertandingan labirin kentang. Kentang manakah yang dapat lebih dahulu keluar dari lubang? Kentang milikmu atau milik teman-temanmu?

Mengapa Demikian?
Tunas selalu tumbuh dengan cara mencari sinar matahari karena hanya dengan menyerap sinar matahari, perangkat fotosintesis (zat hujau daun dan pigmen-pigmen lainnya) dapat menghasilkan makanan yang penting bagi pertumbuhan tanaman.

Jika Kamu Ingin Tahu Lebih Jauh:Kentang yang biasa kita makan bukanlah buah atau akar tanaman kentang melainkan tunas tanaman kentang. Tunas merupakan bagian tubuh tanaman yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan atau disebut juga umbi. Daun dan buah kentang yang tumbuh di atas tanah justru tidak dapat dimakan karena mengandung zat beracun, yaitu solanin.


READ MORE - Labirin Kentang

Apel yang Lembut

Selasa, 03 Juli 2012

Alat dan Bahan:
  • Sebuah apel yang sudah masak
  • Sebilah pisau
  • Dua buah tatakan
  • Plastik atau mangkuk beling
Langkah-Langkah:
  1. Belahlah apel menjadi dua bagian dan letakkan masing-masing bagian pada sebuah tatakan.
  2. Tutuplah salah satu tatakan dengan plastik atau mangkuk agar air yang terkandung pada apel tidak cepat menguap.
Apa yang Terjadi?
Apel yang ditutupi dengan kantong plastik atau mangkuk akan diselubungi oleh jamur. Memang agak menjijikan, tetapi kamu pasti penasaran, bukan? Sementara itu, setengah bagian apel satunya lagi, yaitu yang tidak ditutupi, menjadi layu, namun bebas jamur.

Mengapa Demikian?
Jamur berkembang biak dengan baik pada suhu hangat dan lembab. Jamur dapat tumbuh dengan sempurna pada tempat tertutup karena air pada buah apel tidak dapat menguap.

READ MORE - Apel yang Lembut

Permen Karamel

Rabu, 27 Juni 2012


Alat dan Bahan:
  • 3 sendok makan gula
  • Penggorengan
  • 1 - 2 sendok makan mentega
  • 1 sendok sayur
  • Beberapa tetes air
Alat dan Bahan:
  1. Masukkan gula ke dalam penggorengan, beri sedikit air dan mentega. Masaklah dan aduklah agar tidak hangus.
  2. Jika adonan telah berubah warna menjadi kekuningan, angkat dan tuang ke atas kertas roti yang telah dibentangkan di atas meja.
Apa yang Terjadi?
Setelah beberapa menit, adonan tersebut akan mengeras. Kamu dapat memotongnya kecil-kecil seperti permen. Rasanya pasti sangat enak!

Mengapa Demikian?
Makanan di atas disebut karamel, ia mempunyai ciri yang berbeda dengan gula, mentega, atau air karena telah terurai secara kimia. Jika dipisahkan, air mempunyai dua unsur, yaitu hidrogen dan oksigen. Sedangkan, gula dan mentega terdiri atas unsur karbon, oksigen, dan hidrogen dalam bentuk tertentu.

Jika Kamu Ingin Tahu Lebih Jauh:
Unsur terbagi dalam dua kelompok besar, yaitu logam dan non logam. Partikel terkecil yang dapat bersenyawa dengan unsur lain disebut atom. Hidrogen terdiri atas atom-atom hidrogen sedangkan oksigen terdiri atas atom-atom oksigen. Atom terbagi lagi menjadi bagian yang lebih kecil, yaitu proton, elektron, dan neutron. Proton dan neutron terletak di inti atom atau pusat atom. Atom-atom yang terdapat pada sebuah unsur memiliki jumlah proton dan elektron yang sama sehingga atom bersifat netral. Hal ini terjadi karena muatan proton (positif) dan elektron (negatif) saling berlawanan.

READ MORE - Permen Karamel

Tunas Hijau

Minggu, 24 Juni 2012

Alat dan Bahan:
  • Tanamn lobak cina, wortel, atau tanaman berakar lainnya yang masih segar.
  • Sebuah tatakan besar atau piring.
  • Serbet, tisu makan, atau kapas
  • Sebuah semprotan air
Langkah-Langkah:
  1. Letakkan tisu makan atau kapas di atas tatakan atau piring, lau semprot menggunakan semprotan air.
  2. Potonglah ujung tanaman pada bagian dekat akar.
  3. Letakkan potongan tanaman dengan posisi terbalik pada tisu makan yang telah disemprot.
  4. Letakkan piring di tempat yang terkena sinar matahari dan semprotlah tanaman itu secara teratur.
Apa yang Terjadi?
Setelah dua atau tiga hari akan tumbuh tunas hijau dengan daun-daun kecil pada potongan tanaman. Cepat, bukan?

Mengapa Demikian?
Ujung tanaman yang kamu potong itu merupakan bagian bawah dari tunas. Tunas akan tumbuh apabila kamu memberikannya cukup air. Dengan akar yang tersisa di dalam tunas, tumbuhan tersebut menggunakan air sebagai sumber energi untuk pertumbuhan karena air mengandung oksigen. Jika daun hijau telah tumbuh cukup banyak, tumbuhan akan dapat melakukan fotosintesis. Pada prose fotosintesis akan menghasilkan glukosa dari karbondioksida dan air dengan bantuan sinar matahari.




READ MORE - Tunas Hijau

Apa Itu Eksperimen?

Jumat, 22 Juni 2012

       Kata "eksperimen" berasal dari bahasa latin "eksperimentum" yang memiliki arti "percobaan, pengujian, bukti". Eksperimen merupakan dasar ilmu pengetahuan alam modern. Di dalam eksperimen terdapat sistematika percobaan yang digambarkan secara gamblang dan dapat dipandu dengan sebuah pernyataan hipotesisi (dugaan). Setiap eksperimen ilmiah harus dapat diuji ulang oleh orang lain dengan berpedoman pada langkah-langkah pengujian yang digambarkan secara rinci sehingga menghasilkan kesimpulan yang sama dan dengan perhitungan yang dapat dipahami.
   
     Melalui pengukuran dan perhitungan di dalam eksperimen, orang dapat membuktikan bahwa peristiwa tertentu menghasilkan sebuah hukum. Contohnya, suhu tubuh manusia normal adalah antara 37 derajat C - 37,5 derajat C. Maka, penyimpangan dari standar tersebut merupakan petunjuk bahwa di dalam tubuh terjadi reaksi yang tidak biasa sehingga muncul gangguan. Seandainya kamu mengukur suhu tubuhmu dan temperaturnya menunjukan suhu 38,5 derajat C, berarti kamu sedang dalam keadaan demam dan kesehatanmu terganggu.

     Semua penyebab gangguan diteliti di dalam penelitian melalui berbagai macam eksperimen hingga ditemukan cara mengatasi gangguan yang muncul. Oleh karena itu, seorang dokter dapat mengetahui bagaimana cara menurunkan demam.

    



dikutip dari buku: 

  • 90 eksperimen edisi I
  • 90 eksperimen edisi II
  • 90 eksperimen edisi III
  • 90 eksperimen edisi IV
READ MORE - Apa Itu Eksperimen?

Munculnya Akar | eksperimen waktu lama

Minggu, 17 Juni 2012

Alat dan Bahan:

  • 1 siung bawang
  • 1 stoples selai kosong yang diisi dengan air
Langkah-Langkah:
  1. Letakkan bawang pada permukaan gelas dengan bagian bawah terendam air.
  2. Tunggulah selama beberapa minggu dan jangan lupa untuk menambahkan air agar air tidak habis kerena menguap.
Apa yang Terjadi?
Pada bagian bawah bawang yang terendam air akan tumbuh akar.

Mengapa Demikian?
Akar tanaman bawang itu menyerap air agar dapat tumbuh.

Jika Kamu Ingin Tahu Lebih Jauh:
Sebenarnya, bawang adalah tunas besar dari tanaman bawang. Tanaman bawang memiliki tunas yang sangat pendek dan berbentuk bulat serta daunnya bersisik. Pada daun yang dapat dimakan itulah tersimpan bahan makanan.

READ MORE - Munculnya Akar | eksperimen waktu lama

Tanaman Berbiji Terbuka

Minggu, 06 Mei 2012

Alat dan Bahan:
  • Buah cemara dan pinus
  • 1 kaca pembesar
Langkah-Langkah:
  1. Kumpulkan buah cemara dan pinus.
  2. Amati buah-buah itu dengan kaca pembesar dan cobalah mengenali ciri khas buah tersebut.

Apa yang Terjadi?
Kamu akan melihat bahwa ada beberapa buah cemara yang tersusun sangat rapat dan ada pula yang renggang. Hal itu tergantung pada tingkat kelembapan udara .

Mengapa Demikian?
Pohon seperti pinus dan cemara mempunyai daun yang berbentuk jarum dan berwarna hijau. Lapisan luar yang antiair atau disebut juga kutikula, melindungi daun dari kekeringan. Pohon pinus dan cemara termasuk tanaman berbiji terbuka. Pada saat proses pembuahan, angin membawa serbuk sari dari tanaman jantan ke betina.
READ MORE - Tanaman Berbiji Terbuka

Koleksi Dedaunan yang Gugur | eksperimen mudah

Jumat, 27 April 2012


Alat dan Bahan:
  • Daun dari berbagai macam tumbuhan, misalnya daun jarak, daun turi, dan daun trifolium.
  • Beberapa buku tebal
  • Kertas koran
  • Perekat, perforator, dan binder
Langkah-Langkah:
  1. Kumpulkan beberapa daun yang berwarna hijau dan berwarna lain. Lalu, pilahlah daun-daun itu berdasarkan warnanya.
  2. Selipkan daun yang paling bagus kedalam kertas koran dan tekanlah menggunakan buku-buku tebal.
  3. Rekatkan daun yang telah kalian selipkan tadi pada selembar kertas asturo menggunakan lem dan berilah keterangan nama daun tersebut. Lubangilah kertas itu dan simpanlah di dalam binder.
Apa yang Terjadi?
Sekarang, kamu telah memiliki sebuah buku biologi yang berisikan daun dari berbagai jenis tanaman. Jika daun-daun itu ditekan dan dikeringkan dengan baik, akan lebih tahan lama sehingga kamu dapat terus melihatnya.

Jika Kamu Ingin Tahu Lebih Jauh:
Tumbuhan monokotil adalah tumbuhan berbunga sejati yang memiliki bunga sebenarnya. Tumbuhan ini termasuk jenis tanaman berbiji tertutup. Artinya, biji tanaman diselubungi oleh bakal buah (lihat eksperimen no. 2). Tumbuhan dikotil adalah tumbuhan yang bijinya mempunyai dua daun benih. Jenis tanaman dapat dibedakan berdasarkan bentuk pohon, kulit pohon, bentuk daun, dan proses tumbuhnya bunga serta buah.
READ MORE - Koleksi Dedaunan yang Gugur | eksperimen mudah

Antikarat

Selasa, 24 April 2012

Alat dan Bahan:
  • 3 stoples bekas selai
  • Air dingin dan air hangat
  • Minyak 
  • 3 paku besi
  • Kertas ampelas
Langkah-Langkah:

  1. Gosoklah paku dengan kertas ampelas untuk menghilangkan bahan antikarat yang ada pada paku.
  2. Masukkan air dingin ke stoples pertama dan kedua, serta air hangat pada stoples ketiga.
  3. Tambahkan beberapa tetes minyak pada stoples yang berisi air hangat.
  4. Masukkan masing-masing sebuah paku ke dalam stoples yang berisi air dingin dan stoples yang berisi campuran air hangat dengan minyak. Lumuri salah satu paku dengan minyak sebelum kamu memasukkannya  ke dalam salah satu stoples berisi air dingin.
Apa yang Terjadi?
Setelah beberapa hari, paku yang ada di dalam air dingin akan berkarat, sementara paku yang ada di dalam stoples berisi air hangat dan minyak serta paku yang telah dilumuri minyak tidak berubah. Paku-paku tersebut tidak berkarat.

Mengapa Demikian?
Korosi terjadi karena adanya reaksi antara oksigen yang terkandung dalam air dengan besi, Lapisan minyak pada paku melindungi besi dari zat asam (oksigen). Gelas yang berisi air hangat tidak lagi mengandung oksigen karena oksigen akan terlepas bila dipanaskan. Untuk menghindari terjadinya peristiwa difusi yang mengakibatkan oksigen kembali terbentuk, maka air hangat perlu ditetesi minyak. Minyak tidak dapat bercampur dengan air sehingga tidak akan terjadi pelepasan udara. Itulah sebabnya paku yang dimasukkan ke dalam campuran air dan minyak tidak berkarat.

Jika Kamu Ingin Tahu Lebih Jauh:
Oksidasi adalah persenyawaan zat kimia dengan oksigen. Peristiwa kimia yang menarik kembali oksigen disebut reduksi. Bahan oksidasi adalah bahan yang menyediakan oksigen agar proses oksidasi dapat berlangsung.
Para ahli kimia saat ini menyebutkan peristiwa pemberian elektron dari sebuah unsur (atom, molekul, ion) sebagai oksidasi sedangkan, sedangkan peristiwa penerimaan elektron disebut reduksi.
READ MORE - Antikarat

 
 
 

Apakah Kalian Tahu?

Biografi Para Penemu